News  

Mendorong Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan di Sulteng Berbasis Data

Sulteng
Ist

ReferensiA.id- Upaya penguatan pengelolaan ekosistem berbasis ilmiah terus didorong melalui Seminar Hasil Kajian Spesies Ekosistem Mangrove, Perhutanan Sosial, dan Taman Hutan Raya (Tahura) Sulawesi Tengah (Sulteng) yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Tadulako (Untad) Palu.

Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan antara praktisi, akademisi, serta pemangku kepentingan dalam mendorong pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis data.

Prof Dr Sc Agr Ir Yusran selaku Dekan Fahutan menyampaikan, seminar ini merupakan kolaborasi antara Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) dan Fahutan yang menjadi langkah strategis dalam menghasilkan kajian yang komprehensif.

Baca Juga:  Hari Bahasa Ibu Internasional 2023: Balai Bahasa Sulteng Gelar Lomba Pidato dan Dongeng Berbahasa Daerah

Ia menegaskan, hasil kajian yang dipaparkan tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga aplikatif untuk mendukung perumusan kebijakan.

“ROA bersama Fahutan telah bekerja sama dalam menyusun kajian spesies ini. Materi yang dipaparkan hari ini sangat penting karena mencakup analisis kondisi lapangan sekaligus rekomendasi teknis yang dapat menjadi dasar perumusan kebijakan rehabilitasi yang terukur dan berbasis ilmu pengetahuan,” ujarnya, Rabu 22 April 2026.

Baca Juga:  Warga Sulawesi Tengah Taat Bayar Pajak 2026 Bisa Umrah Gratis, Begini Syaratnya

Selain sebagai forum diseminasi hasil kajian, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat jejaring kolaborasi antar pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, dan komunitas lokal. Kolaborasi ini dinilai krusial untuk memastikan bahwa upaya rehabilitasi dan konservasi dapat berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Dalam seminar tersebut, Dr Bau Toknok menyampaikan materi bertajuk Kajian Spesies Ekosistem Mangrove dan Lahan Rehabilitasi Perhutanan Sosial di Desa Oncone Raya.

Baca Juga:  Gubernur Sulteng Ingatkan Tetap Patuh Protokol Kesehatan

Ia memaparkan hasil kajian di kawasan Oncone Raya yang menunjukkan kondisi ekosistem mangrove dengan luas sekitar 31,44 hektar. Dari luasan tersebut, hanya sekitar 18,7% yang masih berupa vegetasi mangrove, sementara 50,3% telah beralih menjadi tambak dan 31% merupakan areal terbuka.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *