Dalam upaya memajukan pendidikan di Sulteng, melalui aspirasinya Sakinah membantu hampir di semua sektor pendidikan. Baik dari sekolah, tingkat pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi, sampai dengan lembaga non perguruan yang berkaitan dengan pendidikan.
Sebagai bukti kerja-kerjanya memperjuangkan aspirasi masyarakat, ia menyalurkan 25.000 PIP aspirasi di tahun 2021 ini. PIP itu diberikan kepada peserta didik dari tingkat SD, SMP hingga SMA.

“Kita bawa 25.000 (PIP) untuk SD, SMP, SMA, ini hak kita. Bahkan yang tidak mengusulkan ada yang kita kasih karena memang layak. Jangan ada yang berfikiran tidak usah sekolah karena tidak ada biaya. Pemerintah hadir untuk itu. Melalui PIP Aspirasi inilah kita perjuangkan,” tandasnya.
Bukan cuma itu, 500 Kartu Indonesia Pintar (KIP) melalui jalur aspirasinya pun tersalurkan ke Sulawesi Tengah. KIP itu diserahkan ke sejumlah pelajar di berbagai universitas atau perguruan tinggi swasta maupun negeri di Suteng.
“Kami akan terus berusaha agar harapan pendidikan bisa terus berjalan,” katanya.
Bukan cuma itu, puluhan paket program bantuan lainnya melalui aspirasi Sakinah juga sudah tersalurkan di Sulteng. Bantuan itu ada yang berupa perangkat pendukung pendidikan, hingga sarana pelaksanaan pendidikan.
Bagi Sakinah, pelajar adalah aset negara, sehingga pemerintah harus hadir ketika mereka membutuhkan. “Anggarannya ada. Saya merasa rugi kalau tidak ada yang konsen di komisi tersebut.”
Sejak awal menempati salah satu kursi di Parlemen, ia memang sudah mulai bergerak untuk menyalurkan aspirasi masyarakat. Tahun 2020 lalu, Sakinah sudah menyalurkan 20.000 PIP aspirasi ke daerah ini.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 15 Palu Abdul Rasyid mengaku sangat terbantukan dengan apa yang telah diberikan oleh Sakinah Aljufri. Ia mengaku sekolah tersebut telah mengajukan proposal permohonan bantuan sebanyak dua kali. Namun baru bisa terealisasi melalui aspirasi wakil rakyat itu.



















