“Tentunya kami berharap yang terbaik dari semua yang baik. Kami menginginkan dunia pendidikan di Sulawesi Tengah bisa lebih maju,” tutur Mudzofir.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang turut mensukseskan acara pelepasan siswa tersebut. Kepada Yayasan Sukma, Nilam Sari Lawira, Ahmad M Ali, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, dan orang tua siswa masing-masing.
Sepanjang tiga tahun berjalan, Sekolah Sukma Bangsa memiliki sejumlah catatan perkembangan, di antaranya Pada Tahun 2021 telah merekrut 60 siswa perempuan SMP dan SMA dengan beasiswa MG yang dibiayai dari dana kemanusiaan dalam program Dompet Kemanusiaan Media Group.
Pada awal tahun ajaran disambut dengan Covid-19, menyebabkan dari 60 siswa, 2 siswa SMA mengundurkan diri karena ikut orang tua, dan 2 siswa SMP juga mengundurkan diri dengan alasan yang sama. Namun 1 orang digantikan oleh siswa laki-laki.
Pada tahun 2022, sekolah mendapatkan beasiswa dari Pemprov Sulteng senilai Rp2,8 miliar untuk 60 siswa dari Palu, Sigi, Donggala dan Parimo.
Saat ini, total jumlah siswa sebanyak 153 oramg dari kelompok beasiswa dan reguler dengan persentase 95 persen di antaranya diasramakan.
Pada 2023, Sekolah Sukma Bangsa Sigi mendapat bantuan bangunan DAK SMP melalui Dinas Kabupaten untuk pembangunan ruang UKS, Tata Usaha, Rumah Dinas, dan Laboratorium.
Tahun 2023, perpustakaan sekolah sudah mendapatkan akreditasi B. Sementara di Tahun 2024, perpustakaan sekolah akan mewakili Sulawesi Tengah ke ajang Nasional setelah mendapat juara 1 di tingkat provinsi.
Adapun berbagai prestasi yang dihasilkan siswa di antaranya, peserta Model United Nation Conference International, menjadi Host pramuka Internasional dengan guest speaker dari Columbia Scout, peserta jambore nasional, peserta OSN nasional, peserta pra PON cabang memanah, semifinalis KESN nasional, juara 3 environmental journalist nasional, juara 1 tingkat provinsi pentas PAI dan OSN, serta ikut menjadi peserta Paskibra Kabupaten.



















