Staf Ahli ESDM Sebut Praktik Pertambangan PT Vale Patut Jadi Contoh

Pertambangan PT Vale
Staf Ahli Menteri ESDM berkunjung ke kawasan pertambangan milik PT Vale di Blok Sorowako. / Ist

Kemudian, rombongan meninjau area tambang dan reklamasi di Nayoko. Di sana mereka menyaksikan aktivitas penambangan bahan baku nikel, sekaligus melihat lahan reklamasi bekas galian tambang.

Rombongan juga mengabadikan momen dengan dump truck listrik yang sudah beroperasi di PTVI sejak Bulan Agustus 2022 dan merupakan satu-satunya dump truck listrik yang beroperasi pada area pertambang di Indonesia.

Selanjutnya rombongan mengunjungi PLTA Balambano, salah dari tiga fasilitas PLTA PT Vale.

Baca Juga:  Semarak HUT 56 PT Vale: Semangat Kebersamaan IGP Pomalaa dan Masyarakat

“Setahu saya PT Vale adalah salah satu perusahaan yang paling banyak menggunakan energi listrik dari sumber PLTA pada sektor pertambangan. Selain untuk operasional, PT Vale juga menghibahkan sekitar 10.7 MW kepada PLN untuk didistribusikan kepada masyarakat di Kab Luwu Timur,” kata Sampe.

Sampe juga berkesempatan mengunjungi Galeri UMKM Kareso untuk menikmati produk UMKM binaan PT Vale dan Panti Sehat HIPHO. Di sana Sampe beserta rombongan ditemani langsung oleh Direktur External Relations PT Vale, Endra Kusuma.

Baca Juga:  Keterwakilan Perempuan di Pertambangan PT Vale Dianggap Penting

COO PT Vale Abu Ashar menjelaskan bahwa sejak puluhan tahun PT Vale berkomitmen melakukan penambangan yang ramah lingkungan.

“Tentunya ini menjadi penunjang tujuan jangka panjang kami yaitu menuju karbon netral di tahun 2050,” ujarnya.

Director  Environment & Permit Management Muh. Adli Lubis menambahkan, PT Vale merupakan salah satu perusahaan dengan intensitas karbon terendah menurut penilaian dari lembaga independent.

Baca Juga:  Tolak Aktivitas PT KPP, Masyarakat Blokade Jalan Luwuk-Balantak

“Dan PT Vale sedang melakukan study untuk dapat memanfaatkan LNG (gas alam) sebagai sumber energi pada proses pengolahan nikel sehingga PT Vale dapat beroperasi dengan memanfaatkan sumber energi bersih atau energi baru terbarukan (EBT) demi mencapai target pengurangan emisi karbon sebesar 33% di 2030 dan target net zero emission di 2050,” jelas Adli. RED

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *