“Masyarakat diharapkan tidak perlu panik, tadi disampaikan adanya kenaikan harga beras premium itu dikarenakan tren pasar mendekati lebaran dan adanya permintaan meningkat sehingga harga ikut naik,” terangnya.
Andi Syaiful juga mengimbau kepada masyarakat untuk dapat mengkonsumsi beras bulog SPHP yang merupakan beras premium tetapi harga medium. Beras ini cukup banyak di gudang Bulog.
Adapun kegiatan Satgas Pangan untuk memantau ketersediaan bahan pokok beras dan bapokting lain ini juga dilakukan oleh satgas pangan tingkat kabupaten dan kota di Sulteng.
Sementara itu, Kadis Perindagkop Provinsi Sulteng melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri Doni Iwan Setiawan mengungkapkan, sidak ini merupakan kegiatan rutin, memonitor ketersediaan stok dan harga pasar, yang kali ini didampingi tim Satgas Pangan Polda Sulteng.
“Alhamdullilah, kita pantau seluruh ketersediaan kebutuhan stok pangan dalam kondisi aman, hanya saja ada pokok komoditi yang 2 atau 3 minggu lalu seperti beras ada kenaikan harga, di mana harga beras premium menyentuh harga Rp15.000/kg sampai dengan Rp16.000,” sebutnya.
Menurut dia, hal ini terjadi karena adanya beberapa faktor seperti cuaca, alam, keterlambatan masa tanam, serta kemungkinan masa panen 2-3 bulan ke depan.
“Kemungkinan pasca lebaran tiba musim panen, kita akan kembali stabil,” terang Doni.
Ia juga memprediksi dalam satu bulan kedepan masih akan ada tren kenaikan. “Tetapi saya pastikan untuk stok kita aman, dan masih ada alternatif pilihan beras murah yaitu beras SPHP dari Bulog itu masih terjangkau Rp11.000/kg dengan kualitas premium tetapi dijual dengan harga medium,” tandasnya.
“Sehingga saya imbau kepada masyarakat mungkin bisa memanfaatkan beras murah Bulog sebagai alternatif beras premium yang ada di pasar. Kami juga mengimbau kepada Bulog untuk membanjiri ketersediaan beras di pasar sehingga mampu menekan harga beras di tengah masyarakat,” pungkasnya. RED



















