Walhi Sulteng Dorong Kemandirian Pangan di 4 Desa yang “Dikepung” Sawit

Walhi Sulteng
Walhi Sulteng memberikan pelatihan peningkatan kapasitas kepada perempuan di 4 desa di Kecamatan Riopakava, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. / Ist

Dia mengatakan, tujuan pelatihan pertanian berkelanjutan selain memberikan pengetahuan teknis tentang tata cara menanam tanaman holtikultura, pembuatan pupuk organik, dan menata lahan, juga memberikan edukasi tentang pentingnya untuk memastikan ketersediaan tanaman pangan yang ada di lingkungan masyarakat, agar membantu mengurangi biaya pengeluaran rumah tangga.

Selain untuk kebutuhan konsumsi, ke depanya bisa menjadi sumber mata pencaharian tambahan.

Salah seorang warga dari Desa Tinauka, Toni (46) mengatakan, “masalah yang sering dialami oleh petani ialah naik turunya harga sawit, pernah harga turun mencapai Rp 500/1Kg, dalam kondisi tersebut masyarakat cukup sulit menghadapi kondisi ekonomi, sehingga harus menekan pengeluaran rumah tangga terutama untuk kebutuhan konsumsi, apalagi kita hanya berharap sumber utama mata pencaharian dari hasil sawit saja”.

Baca Juga:  Begini Strategi PT Vale Tingkatkan Produktivitas Pertanian dan Kesejahteraan Petani di Huko-Huko

Melihat kondisi yang dialami oleh petani terkait kebutuhan pangannya maka sangat penting untuk mendorong kemandirian pangan secara bertahap, sehingga kesadaran akan ancaman kerentanan terhadap pangan perlahan bisa mudah diatasi.

Dari hasil kegiatan pelatihan, terdapat rencana tindak lanjut perempuan yang dilibatkan dalam kegiatan diintegrasikan ke dalam Kelompok Wanita Tani (KWT), sehingga aktivitas yang dilakukan ke depanya dapat terintegrasi dengan kebijakan pemerintah desa maupun kabupaten.

Baca Juga:  Mentan Dorong Tator Jadi Gerbang Utama Pertanian Indonesia

Desa Tinauka ada 5 Kelompok Wanita Tani terbentuk paska pelatihan, yang berada di masing – masing dusun dan pemerintah desa berkomitmen akan mendukung melalui dana desa sebesar 20% dalam program ketahanan pangan. RED

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *