
Dia berharap, kerja sama ini bukan hanya sebatas wacana, tapi bisa segera diimplementasikan. “Perusda adalah entitas bisnis, cara berpikirnya adalah bisnis. Dia harus mengeksekusi, bukan hanya konseptual, maka yang akan kita lakukan ke depan bagaimana bermitra dengan semua perusahaan, asosisasi,” ujarnya.
Perusda menjadi dinamisator. “Ini kelihatan wow, tapi akan kita rilkan, akan eksekusi satu persatu, tentu dengan dukungan stakeholder,” jelasnya.
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah Dwiyanto Cahyo Sumirat mengatakan, daerah ini sangat potensial untuk berinvestasi. Dia mengaku telah berkomunikasi dengan kepala daerah dan disampaikan berbagai potensi pertanian yang dimiliki.
“Potensi jadi pemasok (produk pertanian) ke IKN (Ibu Kota Negara) baru,” katanya.
Selain itu, Sulteng punya kawasan industri yang sangat besar di Morowali. Pada sisi lain masyarakat sudah cukup baik dalam hal literasi digital maupun literasi keuangan.
“Sehingga Perusda diharapkan sebagai akselerator menggerakkan pelaku ekonomi yang ada di Kota Palu,” katanya.
Senada dikatakan pakar ekonomi Chaerul Anam bahwa kehadiran Perusda menjadi mesin baru dalam menumbuhkan ekonomi di kota ini.
Dari sisi government, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Palu, Eka Komalasari menjelaskan saat ini berbagai kemudahan perizinan bagi investor, termasuk kepada pelaku UMKM.
“Ada juga kebijakan dari Kementerian Investasi/ BKPM, didorong pelaku usaha besar wajib bermitra dengan UMKM untuk mendukung operasional perusahaan yang besar,” ujarnya. RED



















