ReferensiA.id- Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 Sulawesi Tengah resmi digelar di Hotel Best Western, Kota Palu, dengan mengusung tema “Tutur Leluhur, Bekal Masa Depan.” Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 6–8 November 2025, ini menjadi wadah pelestarian dan apresiasi terhadap bahasa daerah di Bumi Tadulako.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah mengungkapkan, pihaknya menargetkan hingga tahun 2029 akan ada sekitar 40 bahasa daerah di Sulawesi Tengah yang direvitalisasi. Saat ini, sudah terdapat 21 bahasa yang masuk dalam peta bahasa nasional.
“Agar bahasa daerah tetap terlindungi, perlu dilakukan kajian termasuk oleh para guru di sekolah-sekolah, serta revitalisasi yang melibatkan komitmen bersama untuk penguatan bahasa tersebut,” ujarnya.
Sulawesi Tengah dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan bahasa terbesar di Indonesia. Namun, berbagai bahasa daerah kini menghadapi ancaman kepunahan akibat pengaruh teknologi dan dominasi bahasa lain.
“Lebih dari 7.000 bahasa di dunia mengalami kemunduran, termasuk bahasa di Sulawesi Tengah seperti Kaili, Banggai, Pamona, Mori, dan Saluan,” jelasnya.
Untuk mencegah kemunduran itu, Balai Bahasa bekerja sama dengan budayawan, sastrawan, dan guru menyusun materi ajar yang disebarkan ke sekolah-sekolah. Program Tunas Bahasa Ibu juga dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat desa, kabupaten/kota, hingga provinsi.
“Malam ini kita mulai Festival Bahasa Ibu tingkat provinsi yang akan menjadi ajang seleksi menuju festival tingkat nasional tahun 2026 mendatang,” tambahnya.
Bahasa Daerah Harus Dikenalkan Sejak Dini
Kepala Bidang Fasilitasi dan Advokasi Bahasa dan Sastra Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Adi Budiwiyanto, menekankan pentingnya upaya pelestarian bahasa di era digital.
“Bahasa-bahasa di Sulawesi Tengah, seperti di banyak daerah lain, menghadapi tantangan besar di era modernisasi. Kita harus memastikan anak-anak tidak hanya mengenal, tapi juga bangga dan aktif menggunakan bahasa daerah mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui lomba-lomba dan kegiatan seperti FTBI, bahasa ibu bisa menjadi sesuatu yang keren di mata generasi muda. Para peserta terbaik dari tingkat provinsi nantinya akan mewakili Sulawesi Tengah di ajang nasional.
“Komitmen Sulawesi Tengah di bawah komando Balai Bahasa Sulteng telah menunjukkan hasil yang membanggakan. Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan para guru atas dukungannya,” tutupnya.



















