“Janganlah kita langsung mengambil keputusan bahwa mereka sudah menganut paham radikalisme, akan tetapi perlu dilakukan penulusuran yang mendalam terlebih dahulu, dengan cara melukan pendekatan secara persuasif, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Makanya, kata dia diperlukan ilmu pengetahuan yang mendasar untuk mengetahui terlebih dahulu bagaimana bentuk paham radikalisme itu, dan bagaimana ciri-ciri seseorang atau suatu kelompok yang menganut paham radikalisme.
Alimuddin Pa’ada mengigatkan kepada para mahasiswa agar di dalam melakuan suatu pengkajian terhadap suatu pemaham atau mempelajari suatu bidang keilmuan, diharapkan agar selalu mawas diri dan selalu terbuka kepada sesama dan banyak bertanya kepada para ulama, kiyai, ustaz, tokoh-tokoh masyarakat, yang lebih memahami hal tersebut, guna mencegah terseretnya ke dalam paham radikalisme. RED



















