Engkau adalah energi yang tidak pernah musnah, hanya berubah rupa: dari seorang guru yang sabar di kelas menjadi kenangan yang abadi, dari senyummu yang hangat menjadi cahaya yang menuntun jalan kami. Seperti yang dikatakan Guru Gai dalam kisah Anime Naruto, “puncak dari masa muda adalah kematian”, namun bukan berarti akhir, melainkan awal keberlanjutan yang lebih luas. Keberlanjutan dalam kehidupan yang menetes dalam murid-muridmu, mengalir dalam karya, dan terus bergaung dalam doa.
Maka kami tidak melihatmu benar-benar pergi, Pak. Engkau hanya bertransformasi, melanjutkan peranmu dalam bentuk yang tak kasat mata.
Kepergianmu adalah undangan bagi kami untuk menjaga api semangat yang pernah engkau sulut, agar ia tak padam oleh waktu. Engkau mungkin telah gugur, tetapi semangatmu akan menjadi pupuk yang menyuburkan langkah kami, agar generasi selanjutnya terus tumbuh, mekar, dan berbuah dari kasih dan ilmu yang telah engkau wariskan.
Selamat jalan, Pak Dr Johny Salam. Semoga Allah menempatkanmu di sisi terbaik. Kami akan terus menjaga api intelektual yang engkau nyalakan, agar tidak padam ditelan gelap zaman. Al-fatihah. ***
* Artikel ini ditulis oleh Rizaldy Alif Syahrial (Murid Pak Johny)



















