“Selain peserta yang mengikuti FTBI ini, ribuan anak yang tersebar di Kota Palu, Donggala, Poso, Banggai dan Kabupaten Banggai Kepulauan telah mengikuti dan menjadi tunas bahasa ibu. Mereka menjadi masa depan bahasa daerah kita. Mereka menjadi tunas bahasa yang akan memastikan keberlanjutan bahasa daerah kita di masa kini, dan akan datang. Badan Bahasa Kemendikbudristek dan lima pemerintah daerah telah mendampingi ribuan peserta untuk menjadi laskar-laskar pelanjut bahasa daerah kita.”
Kepala Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, Iwa Lukmana mengatakan, pihaknya berkomitmen agar semua bahasa yang sudah ditetapkan untuk direvitalisasi programnya akan terus berlanjut.
“Semakin tahun itu semakin banyak bahasa yang direvitalisasi,” jelas Iwa Lukmana.
Dia juga menegaskan, kondisi bahasa daerah, bukan hanya di Sulawesi Tengah, tapi di seluruh Indonesia, dalam kondisi mengkhawatirkan.
“Tidak ada bahasa daerah yang betul-betul aman. Bahkan bahasa daerah yang besar saja itu terancam. Karena penuturnya makin berkurang,” tandasnya.
FTBI 2023 di Sulteng dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sulteng Fahrudin D Yambas, ia mewakili Gubernur Sulawesi Tengah. RED



















