Kebutuhan Uang Kartal Diproyeksikan Meningkat Jelang Idulfitri, BI Sulteng Siapkan Rp2,86 Triliun

Kebutuhan uang kartal
Petugas kas keliling Bank Indonesia melayani masyarakat yang melakukan penukaran uang rupiah. / ReferensiA.id

ReferensiA.id- Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tengah (Sulteng) memproyeksikan kebutuhan uang kartal menjelang perayaan Idulfitri di daerah itu bakal meningkat 16 persen dibanding momen yang sama 2025 lalu.

Untuk memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H, Kantor Perwakilan BI Sulteng menyiapkan uang kartal sebesar Rp2,86 triliun.

Ketersediaan tersebut terdiri dari uang pecahan besar nominal Rp100 ribu hingga Rp50 ribu sebesar Rp2,58 triliun dan uang pecahan kecil di bawah Rp20 ribu sebesar Rp277,6 miliar.

Baca Juga:  Rakorwil BI Rumuskan Langkah Strategis Dorong Industri Berkelanjutan di Sulampua

“Jumlah tersebut dinilai memadai untuk memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran yang diproyeksikan mencapai Rp1,76 triliun, meningkat 16 persen dibandingkan Ramadan tahun sebelumnya,” ungkap Kantor Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Muhamad Irfan Sukarna dalam keterangannya yang dikutip pada Rabu, 4 Maret 2026.

Peningkatan kebutuhan uang kartal dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pembayaran tunjangan hari raya (THR) bagi ASN, TNI, Polri, serta sektor swasta, kemudian tradisi berbagi di bulan Ramadan, termasuk penyaluran bantuan sosial sebagai upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat rentan.

Baca Juga:  BI Sulteng Sediakan 23 Titik Penukaran Uang Selama Ramadan dan Idulfitri

Selain itu, meningkatnya aktivitas ekonomi akibat faktor musiman, terutama mobilitas masyarakat yang lebih tinggi dan potensi penambahan masa libur oleh pemerintah
pada Ramadan 1447 H, Bank Indonesia kembali menyelenggarakan rangkaian kegiatan penukaran uang dan edukasi rupiah bertajuk Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI).

“Kegiatan tahunan ini merupakan wujud komitmen Bank Indonesia dalam mendukung pemenuhan kebutuhan uang rupiah pada periode hari besar keagamaan nasional, termasuk di tengah tantangan kondisi geografis, moda transportasi, dan jalur distribusi.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *