Merawat Masa Depan dari Kawasan Tambang

Tambang PT Vale
Lahan bekas tambang PT Vale dihijauhkan kembali dengan menggunakan bibit yang sebelumnya disemai di Nursery PT Vale. / Tahmil/ReferensiA.id

Kejadian yang lebih lawas, di tahun 2000 seorang karyawan yang sedang mengoperasikan haulmaster di daerah slag dump tertimbun dan tak ditemukan akibat tanah longsor. Dan ada beberapa kejadian kecelakaan kerja lainnya di masa lalu yang kemudian membuat perseroan berbenah dalam hal keamanan kerja.

“Kita siapkan aspek keberlanjutan lingkungan dan safety,” tegas CEO PT Vale Indonesia Febriany Eddy.

Ekonomi Berkelanjutan Bagi Masyarakat

Ekonomi masyarakat tidak boleh bergantung pada industri tambang, mereka harus mandiri dengan kemampuan menggerakkan ekonominya sendiri.

Baca Juga:  PT Vale Raih Penghargaan Padmamitra Award
PT vale
Petani binaan PT Vale sedang menanam padi SRI Organik. / Tahmil/ReferensiA.id

Di kawasan PT Vale, masyarakat lokal tidak hanya direkrut sebagai pekerja di perusahaan, sebagian mereka diberdayakan untuk meningkatkan kompetensinya agar bisa mengungkit ekonomi secara mandiri.

Misalnya, perseroan dengan kode emiten INCO ini melatih masyarakat untuk memanfaatkan tanaman organik sebagai bahan pengobatan non medis. Herbal yang dihasilkan oleh kelompok masyarakat binaan PT Vale pun bisa dijual.

Baca Juga:  MIND ID Puji Praktik Pertambangan Berkelanjutan PT Vale

Ada pula dukungan kepada masyarakat, khususnya petani dalam meningkatkan hasil produksi pertanian dengan tetap menghasilkan produksi pertanian yang sehat.

Salah satunya lewat Rumah Kompos Kelompok Padoe, Kecamatan Wasuponda, Luwu Timur. Program pemberdayaan masyarakat PT Vale ini menghasilkan sayuran organik. Kelompok tersebut terdiri dari ibu-ibu lanjut usia.

Lahan pertanian sayuran yang dikelola seluas 0,25 hektar. Awalnya merupakan lahan rumput yang diabaikan. Di sana para ibu-ibu belajar bagaimana cara menanam yang benar sehingga menghasilkan produk yang lebih berlimpah dan sehat.

Baca Juga:  Alimuddin Paada Harap Pertambangan Jadi Ujung Tombak Peningkatan PAD

“Kita mungkin tidak dapat uang dari sini, tapi kita bisa dapat ilmunya dan bisa diterapkan di kebun masing-masing. Bukan hanya masyarakat lokal, siapa pun bisa datang belajar dan setelah tahu caranya bisa diterapkan di kebun sendiri,” ujar seorang ibu yang tengah sibuk menabur bibit di lahan.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *