Di nursery ada banyak jenis tanaman tidak saja pohon, tapi juga aneka bibit bunga dan bisa diambil secara gratis oleh masyarakat. Ada juga rusa yang bisa dijumpai di nursery,” jelasnya.
Diketahui, misi PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) untuk menjadi perusahaan sumber daya alam nomor satu di Indonesia, yang menggunakan standar global dalam menciptakan nilai jangka panjang melalui keunggulan kinerja dan kepedulian terhadap manusia dan alam terus dijalankan hingga saat ini.
Salah satunya dengan menjaga keberlangsungan kebutuhan bibit tanaman yang dapat menopang keberlanjutan melalui nursery atau fasilitas pembibitan pohon yang dimiliki oleh PT Vale.
Nursery seluas 2.5 hekatare menyiapkan 700 ribu bibit tanaman per tahun untuk mereklamasi lahan pasca pengolahan tambang di Blok Sorowako. Nursery PT Vale yang juga menjadi destinasi wisata favorit oleh masyarakat yang berkunjung ke Sorowako, Luwu Timur (Lutim).
Pada kesempatan itu juga, Kakanwil Bea Cukai Sulbagsel Noegroho Wahyu Widodo menikmati keindahan Danau Matano yang terawat dengan baik, meski berdampingan dengan aktivitas tambang milik PT Vale.
Kehadiran manajemen Kanwil Bea Cukai Sulbagsel untuk mengunjungi pengguna jasa, yakni PT Vale. Tujuannya, untuk bersinergi bersama sehingga kedepannya PT Vale dapat dengan mudah melakukan pengurusan terkait kebeacukaian.
Hadir juga pada kunjungan manajemen Bea Cukai Sulbagsel, yakni Direktur External Relation PT Vale, Endra Kusuma, Senior Manager Operational Procurement Supply Chain Manajemen (SCM) PT Vale, Mulawarman Arfah, Manager Shipping and Traffic SCM PT Vale, Yusuf Widarto, serta Senior Manager Material Management SCM, PT Vale, Achmadi Sumadi Rais. RED



















