“Kami sangat siap dengan melihat konstituen kami yang ada di lapangan. Partai buruh ada karena kelas pekerja, dibangun oleh 11 platform,” ujarnya.
Sebanyak 11 platform yang dimaksudkan organisasi buruh, petani, nelayan, hingga guru honorer. Beda dengan Partai Buruh belasan tahun lalu yang hanya dibangun 1 platform yakni SBSI saja.
“Sekarang 11 platform, banyak elemen yang bersatu membangun Partai Buruh, salah satunya guru honorer,” jelas Lukius Todama, mantan Ketua DPC Partai Buruh Poso.
Partai Buruh Sulteng kini, meski masih dalam tahap verifikasi, namun sudah membuka peluang bagi siapa saja yang mau jadi calon legislatif.
“Partai Buruh tidak melihat dari suku dan ras. Siapa saja, kita terbuka untuk umum (jadi caleg). Tapi, ada syarat yaitu harus berideologi karena buruh berjuang untuk buruh. Karena Partai Buruh didirikan oleh buruh dan untuk buruh,” tegasnya. RED



















