Ia menyebut pelaku main dua kaki, penyelamat sekaligus breeder atau peternak anjing.
Dia juga menulis, pelaku diduga masih bersembunyi di Bali. Ia menuntut agar pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.
“Bagi temen2 di Bali yang tau keberadaan TOLONG BANGET INFOIN KE GW,” tulisnya.
Dia menegaskan, pelaku harus menerima konsekuensi hukum, sekaligus sebagai peringatan untuk para penyelamat sesama.
“MENOLONG HEWAN ITU SANGAT MULIA TAPI SESUAIKAN KEMAMPUAN, JANGAN NGOYO DEMI DONASI! KASIHAN TETEP ANJING2 YANG JADI KORBANNYA DAN SEKARANG TERBUKTIKAN!.”
Di unggahannya yang lain, Christian juga meminta bantuan agar siapapun yang sedang berada di Bali maupun Kota Palu yang mengetahui keberadaan pelaku yang disebutnya itu untuk menginformasikan kepada dirinya.
Sejak mencuatnya kasus itu, Christian nampak banyak mengunggah keterangan terkait penelantaran anjing diduga milik bule yang dititipkan ke pelaku.
Di unggahan lain, ia menyebut kasus tersebut sekaligus menampar wajah para aktivis di tengah gencarnya perjuangan memberantas para mafia sindikat penjual anjing untuk dijagal dan pelaku kekerasan pada anjing.
“Ehhhh malah dari kalangan dog lapernya ndiri ternyata ada yg berlagak bak malaikat pencabut nyawa anak kaki 4 Tindakannya JAUH LEBIH KEJAM DARI PENJAGAL ANJING!,” tulis Christian.
Selain itu, ia pun meminta agar orang-orang yang pernah dimintai donasi oleh pelaku untuk mengirimkan bukti transfer kepadanya atau nstagram @yayasan_bawa untuk di jadikan bukti laporan Polisi.
Diketahui, polisi bersama yayasan BAWA masuk ke rumah tempat anjing ditelantarkan itu pada Senin, 5 April 2022. Di dalam rumah ditemukan sejumlah anjing telah menjadi bangkai. RED



















