“Karena petani jagung ada yang mendampingi. Petani jagung ada yang mengawal. Biasanya satu hektar hanya 4 ton, sekarang bisa 8 ton,” ujarnya.
Seperti saat berkunjung ke Dompu Nusa Tenggara Barat, biaya produksi Rp1.800-Rp1.900 sementara harga jualnya bisa 3.800 perkilogram. Keuntungan mencapai 100 persen.
Namun, dia meminta jangan hanya produksi jagung yang ditingkatkan, tapi juga komoditas lain. Petani padi, singkong, porang, kopi, dan semuanya diberikan pendampingan.
“Itu menjadi tugas perusahaan-perusahaan besar kita. Jangan sampai ada perusahaan besar berada di sebuah daerah pabriknya kelihatan tinggi-tinggi dan besar, lingkungannya miskin. Bina lingkungan sangat penting,” tegas presiden.
Begitu juga dengan perusahaam otomotif yang akan berdiri di Indonesia. Mereka harus bermitra dengan UKM. “Pabrik otomotif yang akan berdiri, harus bermitra dengan UKM-UKM industri, entah bikin knalpotnya, bikin spionnya, pengerjaan interior kusinya di dalam,” katanya.
Presiden mengatakan, perusahaan besar bisa bermitra dengan petani dengan UMKM. Jika ini berjalan, kata Jokowi maka kemiskinan ekstrem dapat tertangani dengan cepat dan baik.
“Dan, yang saya paling tidak senang, kalau di dalam negeri ada, kita masih impor. Baik produk usaha kecil dan juga usaha besar,” ujarnya.
Dia mencontohkan, saat kunjungan pekan lalu ke Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Di daerah tersebut, terdapat deposit aspal 662 juta ton yang masih dalam proses hilirisasi, industrialisasi. “Kita malah impor, setahun 5 juta ton. Hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi,” jelasnya.
Target KUR Naik dan Revisi PP Soal CSR
Pada kesematan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto mengungkapkan, target kredit usaha rakyat (KUR) tahun depan akan naik 23,32% menjadi Rp 460 triliun.



















