Presiden Jokowi Ingin Perusahaan Besar Bermitra dengan UMKM

Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo menekan tombol pada acara pencanangan Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas di Jakarta, Senin 3 Oktober 2022. / Biro Pers Media dan Informasi Setpres

ReferensiA.id- Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin perusahaan-perusahaan besar agar bermitra dengan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) agar kemiskinan ekstrem dapat tertangani dengan cepat. Jangan lagi, kata Presiden ada perusahaan besar yang lingkungan sekitarnya miskin.

Penekanan itu disampaikan Presiden Jokowi pada acara pencanangan Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas di Jakarta, Senin 3 Oktober 2022. Gerakan ini diinisiasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Melalui pencanangan ini, perusahaan besar, menengah, dan kecil diminta berkolaborasi dalam menghadapi situasi ekonomi global yang sedang tidak baik-baik saja, ketidakpastiannya sangat tinggi. Presiden mengatakan, semua negara termasuk negara maju pada posisi yang sangat sulit sekarang ini.

“Pandemi memang sudah mulai mereda. Mungkin sebentar lagi kita nyatakan pandemi sudah berakhir. Tetapi, pemulihan ekonomi pascapandemi belum kembali normal, tapi justru semakin tidak baik. Karena selain pandemi ditambah lagi karena adanya perang di Ukraina,” ujar Jokowi.

“Krisis pangan, krisis energy, krisis finansial sedang terjadi. Tetapi, kita alhamdulillan negara kita Indonesia kuartal kedua tahun 2022, sudah disampaikan Ketua Kadin (ekonomi) masih bisa tumbuh  5,44 persen,” ucapnya.

Presiden meyakini pada kuartal ketiga ekonomi Indonesia bisa tumbuh di atas angka tersebut. Untuk mencapai itu, Jokowi menekankan semua harus kompak, bersinergi, dan memiliki perasaan yang sama.

“Yang kita hadapi sebuah tantangan yang tidak mudah. Sehingga perlu yang namanya Indonesia Incorporated. Yang besar, yang menengah, yang kecil bekerja sama, berkolaborasi bersama selesaikan persoalan di lapangan, secara konkret dan nyata,” ujarnya.

Dia meminta perusahaan-perusahaan besar memberikan pedampingan kepada petani sehingga bisa meningkatkan produktivitas. Dia mencontohkan, setelah sekian tahun impor jagung 3,5 juta ton per tahun, kini sudah tujuh tahun impor jagung tinggal 800 ribu ton per tahun.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google NewsIklan Bawaslu Morowali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *