“Ke depan melalui RPH modern akan memberikan dampak besar terhadap kesejahteraan masyarakat melalui kepastian pasar ternaknya,” jelasnya.
Gubernur Sulawesi Tengah H Rusdy Mastura menyampaikan rasa gembira dan bangga bahwa PT Hanta Yuda Mukti yang sudah membangun agroindustri di Kabupaten Sigi melalui pengembangan tanaman jagung terintegrasi dengan peternakan.
Gubernur juga menyampaikan bahwa Kabupaten Sigi akan didorong menjadi pusat industri pertanian, perkebunan dan peternakan.
Sebelumnya, pabrik tepung tapioka dibangun Marawola oleh PT Sinar Borneo Cemerlang. Pabrik itu bakal menyerap ubi kayu yang diproduksi oleh petani. “Kita bersyukur minggu lalu pabrik tepung tapioka sudah, akan dibangun di Morawola,” jelasnya.
Dengan adanya pabrik tepung tapioka, maka ke depan pemerintah akan mendorong dan memberikan fasilitasi pengembangan produksi tanaman ubi kayu, berupa benih unggul dan juga mendorong masyarakat untuk meningkatkan produksi ubi kayu.
Gubernur menyampaikan, Sulawesi Tengah bersiap menjadi daerah penyangga untuk kebutuhan IKN utamanya menyiapkan kebutuhan pokok masyarakat di IKN .
“Memang daerah kita memiliki potensi yang sangat besar di bidang pertanian, perkebunan dan peternakan,” jelasnya.
Gubernur menyampaikan potensi pertanian, perkebunan dan peternakan sangat besar di daerah Sulawesi Tengah. Namun, Gubernur meminta kepada masyarakat agar memberikan kenyamanan investasi di Sulawesi Tengah.
“Setiap kabupaten memiliki pasar tersendiri. Seperti Poso diharapkan bisa menjadi penyuplai kebutuhan industri Morowali dan Morowali Utara. Tojo Unauna diharapkan bisa dapat menjadi penyuplai kebutuhan industri Kabupaten Banggai,” ujarnya.
Gubernur hadir didampingi Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura, Nelson Metubun; Kadis Perkebunan dan Peternakan, Ir Maya Malania Nur MT; Plt Kepala BPBD, Kepala Biro Pembangunan Drs Afran M Si; dan Karo Administrasi Pimpinan Edy Lesnusa, S.Sos. RED

















