Tingkatkan Kesadaran Gizi Seimbang, Puskesmas Sipatokkong Ogoamas Laksanakan Rembuk Stunting

rembuk Stunting
Rembuk Stunting di Sojol Utara. / Ist

ReferensiA.id- Puskesmas Sipatokkong Ogoamas di Kecamatan Sojol Utara, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, melaksanakan Rembuk Stunting di Desa Bengkoli beberapa waktu lalu, sebagai upaya menurunkan angka stunting di wilayah tersebut.

Kepala Puskesmas Sipatokkong Ogoamas, Moh Yamin, mengatakan kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat sejak dini.

“Rembuk stunting ini juga menjadi sarana untuk mendengar langsung kendala yang dihadapi warga, sehingga program intervensi bisa tepat sasaran,” ujar Yamin saat dikonfirmasi pada Selasa, 14 Oktober 2025.

Baca Juga:  Terbaru, Ini Daftar Obat Sirup yang Bisa Diresepkan Untuk Anak

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Puskesmas dalam mempercepat penurunan angka stunting di wilayah Kecamatan Sojol Utara.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan orang tua balita. Dalam rembuk, dibahas berbagai isu terkait stunting, mulai dari asupan gizi yang kurang, praktik pemberian makanan pendamping ASI, hingga pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin bagi ibu hamil dan balita.

Baca Juga:  Peringati Hari Jadi ke-73 Humas Polri, Kapolres Donggala: Perkuat Sinergi dengan Pewarta

Pihak Puskesmas juga memberikan edukasi mengenai sanitasi lingkungan, seperti pentingnya akses air bersih dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah tangga.

Selain itu, Rembuk Stunting ini menjadi momen untuk menyusun rencana intervensi lokal yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Misalnya, pembentukan posyandu tambahan, pelatihan kader gizi, serta sosialisasi makanan bergizi berbasis lokal.

Baca Juga:  Wagub Sulteng Resmikan Klinik Assyifa Prima, Ingatkan Keberpihakan pada Pasien

Yamin berharap dengan keterlibatan aktif masyarakat, program penurunan stunting dapat berjalan efektif dan angka stunting di Desa Bengkoli mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

“Kesuksesan program ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Kami berharap orang tua balita dapat menerapkan edukasi yang diberikan agar tumbuh kembang anak-anak lebih optimal,” pungkasnya. ***

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *