Hingga saat ini laga turnamen Ahmad Ali Cup 2024 telah bergulir di sembilan kabupaten/kota, dan akan disusul di beberapa kabupaten lainnya.
“Perangkat pertandingan hanya 266 yang berlisensi di Sulteng, dan tidak merata di daerah. Makanya kita gelar tidak bersamaan semuanya,” ujar Abdul Rahman.
Sayangnya, di Kabupaten Sigi turnamen itu terkendala karena tidak mendapatkan izin pemerintah setempat. Meskipun klub yang bakal menjadi peserta telah mendaftar.
Meski demikian, pihak panitia membuka peluang bagi klub asal Sigi yang ingin mengikuti turnamen Ahmad Ali Cup untuk tetap berpartisipasi, namun turnamennya di gelar di luar Kabupaten Sigi.
Olehnya, dalam waktu dekat panitia akan mengundang seluruh calon peserta untuk membicarakan lebih lanjut nasib turnamen tersebut di Kabupetan Sigi.
“Kami juga akan mengundang panitia, seluruh manajer dan tim terkait hal ini. Kita juga harus menghargai kebijakan pemerintah, terkait penolakan ini,” katanya.
“Jika peserta tetap ingin ikut berpartisipasi, kita bisa bicarakan bersama untuk opsi-opsi lain,” jelasnya. RED


















