Wagub Sulteng dr Reny Ajak Perempuan Lakukan Vaksinasi HPV

Wagub Sulteng
Wagub Sulteng dt Reny Lamadjido. / Ist

“Salah satu pilar visi pembangunan Sulteng yang maju dan sejahtera adalah kesehatan masyarakat yang merata dan berkualitas. Karena itu, kami membuka ruang kolaborasi dengan IDI untuk memperkuat pelayanan kesehatan primer, mengatasi kekurangan tenaga medis di daerah terpencil, serta memperluas program pencegahan penyakit dan peningkatan gizi masyarakat,” jelas dr Reny.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi terus memperkuat layanan kesehatan dasar, akses vaksinasi, dan program deteksi dini di seluruh kabupaten/kota untuk mewujudkan ‘Sulawesi Tengah yang Sehat, Maju, dan Berkeadilan.’

“Dengan semangat gotong royong, kita mampu menciptakan Sulawesi Tengah yang lebih sehat, di mana setiap perempuan memiliki hak untuk tumbuh, bermimpi, dan berkontribusi tanpa dibayangi penyakit yang sebenarnya dapat dicegah,” tutupnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga menjadi narasumber Talkshow Kanker Serviks dengan tema “Mengupas Tuntas Strategi Pemerintah Lawan Kanker Serviks.”

Baca Juga:  100 Juta Penduduk Indonesia Sudah Divaksinasi Dosis Lengkap

Program Berani Sehat, yang menjadi bagian dari strategi pencegahan, telah memberikan layanan kesehatan kepada lebih dari 110.000 pasien hanya dengan menggunakan KTP, menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.

Ketua IDI Wilayah Sulawesi Tengah, dr H Muh Akbar, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama melalui kolaborasi antara IDI, TP-PKK, dan pemerintah daerah. ‘Berani Sehat’ menjadi langkah konkret dalam mencegah kanker serviks melalui vaksinasi HPV,” ungkapnya.

Baca Juga:  Acara KPK Hingga Tanam Jagung, Berikut Agenda Kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng

Turut hadir dalam kegiatan ini, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah Wayan Apriani, SKM, pengurus TP-PKK Sulawesi Tengah, tenaga kesehatan, para dokter, serta relawan yang terlibat dalam pemeriksaan dan vaksinasi. ***

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *