BPS pun telah menyiapkan 3.990 petugas di lapangan yang sudah siap untuk melakukan pencatatan. Mereka akan mendatangi langsung rumah-rumah warga di seluruh pelosok Sulawesi Tengah.
“Setelah pendataan awal ini, akan dilakukan konsolidasi publik tahun depan untuk mensosialisasikan hasil pendataan ini kepada masyarakat, di tingkat kelurahan atau desa,” katanya.
Upaya reformasi sistem data ini pun dipastikan sangat berguna bagi seluruh pengguna data nantinya. Sebab data yang didapatkan dipastikan valid dan terbarukan. Sehingga dalam proses pemberian bantuan oleh pemerintah pun, nantinya bisa lebih tepat sasaran.
Program pendataan awal Regsosek 2022 ini sendiri merupakan arahan Presiden terkait perbaikan data. Reformasi program perlindungan sosial diarahkan pada perbaikan basis data penerima melalui pembangunan data Registrasi Sosial Ekonomi (Regiosek), serta percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem. RED



















