Marlin menekankan pentingnya masyarakat tidak menunda pemeriksaan ketika menemukan tanda yang mencurigakan. Pemeriksaan kusta dapat dilakukan secara gratis di Puskesmas, sementara pengobatan juga tersedia melalui layanan kesehatan pemerintah.
Persoalan lain yang dibahas adalah kepatuhan menjalani pengobatan dan pemantauan pasien.
Penanganan sejak dini diperlukan untuk mencegah kecacatan, sementara dukungan keluarga dan lingkungan menjadi bagian penting agar pasien dapat menyelesaikan pengobatan dan tetap memperoleh dukungan selama proses pemulihan.
Pertemuan tersebut juga membahas penguatan penanggulangan hingga tingkat kelurahan.
Pemerintah Kota Palu dan para mitra berencana mengembangkan inisiatif Kelurahan Sahabat Kusta dengan melibatkan organisasi penyandang disabilitas dan berbagai unsur masyarakat, terutama di wilayah yang dinilai membutuhkan penguatan edukasi dan pengurangan stigma.
Selain itu, edukasi mengenai kusta juga didorong masuk ke lingkungan sekolah. Pemerintah Kota Palu membuka peluang agar sosialisasi dilakukan bersama Wasor Kusta dan Yayasan Sikola Mombine.
Dukungan perencanaan dan penganggaran juga diharapkan dapat diperkuat agar upaya penanggulangan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi.
Penanggulangan kusta pada akhirnya membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menemukan dan mengobati kasus.
Masyarakat perlu berani melaporkan dan memeriksakan kondisi yang dicurigai, fasilitas kesehatan perlu memastikan layanan tersedia dan mudah diakses, sementara keluarga dan lingkungan sosial perlu memberikan dukungan tanpa stigma.
Dengan memperkuat jejaring tersebut, Pemerintah Kota Palu bersama masyarakat dan para mitra berharap kasus kusta dapat ditemukan lebih cepat, ditangani secara tepat, dan dicegah agar tidak berkembang menjadi kecacatan maupun sumber diskriminasi. ***



















