Merespons pernyataan Ahmad Ali itu, masyarakat setempat diwakili Jamal Matonai, tokoh masyarakat yang pernah menjabat kepala desa selama kurang lebih 20 tahun pun menyampaikan beberapa permintaan.
Ia meminta agar Ahmad Ali membangun bendungan. “Karena sudah sering kita minta ke pemerintah, tapi tidak pernah digubris,” kata Jamal.
Selain itu, Jamal juga meminta agar Ahmad Ali memberikan bantuan mobil operasional antar jempur anak sekolah yang jarak sekolahnya terbilang jauh.
“Anak-anak kami terhambat maslaah kendaraan sekolah, karena jaraknya kurang lebih 30 kilometer. Bahkan ada yang putus sekolah katena terhambat kendaraan sekolah. Sehingga kami minta bus sekolah,” ujar Jamal.
Selain itu, beberapa masyarakat juga meminta bantuan mobil ambulans kepada Ahmad Ali.
“Kalau bis sekolah diminta, besok akan saya kirimkan kalau ada Hiace (mobil minivans), saya kirimkan Hiace,” ujar Ahmad Ali menjawab permintaan masyarakat.
“Kalau masalah bendungan, nanti jadi gubernur,” katanya.
Sementara soal mobil ambulans, dia juga mengamini permintaan masyarakat. Ahmad Ali bahkan terlihat langsung menelepon koleganya untuk mecarikan mobil yang dibutuhkan.
Bagi Ahmad Ali, janji yang pernah diucapkan wajib untuk ditunaikan. Hal ini secara konsisten dilakukan Ahmad Ali sebagai politisi. Setiap kali melakukan pertemuan dengan masyarakat, ia kerap meminta agar masyarakat menagih janji politik yang pernah ia sampaikan jika ada yang belum terealisasi.
“Walaupun janji itu (pengadaan sumur bor) sebenarnya adalah program Kementerian, tapi karena itu terlahir dari mulut saya, menurut saya, saya berkewajiban untuk memenuhi itu dan Alhamdulillah tadi setelah berdiskusi dengan masyarakat lewat tokoh masyarakatnya, mereka menyampaikan begitu sulitnya akses sekolah, nah, salah satu visi kami adalah mendekatkan sekolah dengan masyarakat, dengan rumah, maka kemudian Insyaallah dalam waktu tidak lama saya akan mengganti janji (pengadaan sumur bor) itu dengan memberikan bus sekolah untuk masyarakat yang ada di desa ini,” tegasnya.


















