Troy menegaskan, tanpa adanya aksi nyata yang dilakukan segera, yang dimulai dari lingkungan keluarga serta anak-anak, maka anak-anak akan terus menanggung beban yang tidak proporsional karena situasi yang mereka alami saat ini. Anak-anak dan keluarga yang terdampak langsung dari krisis iklim juga harus dibantu dalam melakukan upaya-upaya adaptasi, karena kemampuan mereka terbatas.
Validasi data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, terdapat 5.402 total kejadian bencana pada tahun 2021 dan 99,5% di antaranya merupakan kejadian bencana hidrometeorologi yang berasosiasi dengan iklim dan cuaca ekstrem, misalnya terdapat 91 kejadian gelombang pasang serta abrasi.
Selain itu, total bencana yang terjadi pada 2021 mengalami kenaikan sebanyak 16,2% dari tahun sebelumnya. Tercatat sebanyak 728 orang meninggal dunia dan lebih dari 7 juta jiwa menderita dan mengungsi, termasuk di antaranya adalah anak-anak. RED



















