ReferensiA.id- Apa itu klitih? apa arti klitih? pertanyaan ini bermunculan usai tewasnya seorang pelajar bernama Daffa Adziin Albasith (18) di jalanan saat hendak mencari makanan untuk sahur di Gedongkuning, Jogjakarta, Provinsi Daerah Istimewah Yogyakarta (DIY) pada Minggu 3 April 2022 lalu.
Dikutip dari beragam sumber, klitih berasal dari bahasa Jawa yang berarti suatu aktivitas mencari angin di luar rumah atau biasanya disebut keluyuran.
Ada juga yang menyebut klitih merupakan penyebutan terhadap Pasar Klitikan Yogyakarta di mana artinya adalah melakukan aktivitas yang tidak jelas dan bersifat santai sambil mencari barang bekas dan Klitikan.
Dikutip dari wikipedia, menurut sosiolog kriminal Universitas Gadjah Mada (UGM) Suprapto, klitih sebenarnya mempunyai makna yang positif. Klitih merupakan kegiatan untuk mengisi waktu luang.
Namun, makna itu kemudian menjadi negatif ketika kegiatan mengisi waktu luang itu diisi dengan melakukan tindak kejahatan di jalan, menyerang orang lain secara acak tanpa motif yang jelas.
Sementara istilah nglitih digunakan untuk menggambarkan kegiatan jalan-jalan santai.
Akan tetapi, makna klitih kemudian mengalami pergeseran (peyorasi) menjadi aksi kekerasan dengan senjata tajam atau kegiatan kriminalitas anak di bawah umur di luar kelaziman.
Biasnya, klitih dimulai dari keributan satu remaja berbeda sekolah dengan remaja yang lain kemudian berlanjut dengan melibatkan komunitas masing-masing.
Aksi saling membalas terus terjadi dan menjadi bagian dari budaya urban. Motif klitih bisa sangat beragam dan korban mereka adalah orang yang ditemui secara acak dijalan. Klitih terkadang juga dipicu oleh permusuhan antar geng.
Klitih pun kemudian menjadi fenomena sosial yang di Daerah Istimewa Yogyakarta dan daerah sekitarnya. Fenomena ini terjadi pada umumnya terhadap anak muda usia 14-19 tahun yang merupakan pelajar Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas.
Seperti diketahui, seorang pelajar Daffa Adziin Albasith (18) asal Kebumen, Jawa Tengah tewas akibat kejahatan jalanan alias klitih di Gedongkuning, Yogyakarta.
Daffa yang jadi korban klitih merupakan anak kedua dari Anggota DPRD Kebumen, Madkhan Anis. Daffa diketahui merupakan siswa SMA Muhammadiyah 2 Jogja.
Ia meninggal dunia saat mengendarai sepeda motor berboncengan dengan temannya. Daffa terkena sabetan gir. RED



















