Bupati Morut Berjalan Puluhan KM dan Seberangi 12 Sungai demi Penuhi Janji Politik

Bupati Morut
Bupati Morut Delis Julkarson Hehi saat melintasi hutan belantara demi menemui warganya. / Media Center Delis & Djira

Dalam perjalanan pulang dari Menyoe hari Selasa pagi 9 November 2021, Bupati dan Wakil Bupati Morut bersama rombongan terpaksa harus menempuh perjalanan yang sangat berat dan cukup berbahaya.

Setidaknya ada 12 sungai yang sedang meluap akibat banjir harus diseberangi. Bahkan sungai di desa Menyoe meluap sampai setinggi leher orang dewasa. Sungai ini harus tetap diseberangi karena tidak ada jalan lain.

Sebenarnya, beberapa tokoh masyarakat Desa Menyoe sudah menyarankan agar rombongan jangan dulu memaksakan diri untuk kembali karena hujan masih terus mengguyur, namun bupati dan wakil bupati tidak bisa berlama-lama karena masih banyak agenda penting lainnya di Kolonodale dan tempat lainnya yang juga tidak bisa ditunda.

Baca Juga:  BNPB Serahkan Bantuan Logistik dan Anggaran Rp1,5 M Pascabanjir Kalteng

“Kita berangkat dengan doa dan pengharapan semoga perjalanan kita dilancarkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Bupati Delis, beberapa saat sebelum berjalan meninggalkan Menyoe.

Sebagian besar rombongan menggunakan tongkat. Jalan yang licin, berlumpur, dan menanjak memang membutuhkan bantuan tongkat sebagai penyanggah agar tidak terjatuh.

Ternyata jalan yang dilalui cukup berat. Jalan dari Menyoe ke dusun Padangkalan yang hanya berjarak sekitar enam kilometer ditempuh hampir lima jam. Beberapa anggota rombongan harus istirahat beberapa kali terutama pada pendakian yang terjal.

Baca Juga:  Bukti Serius Peduli Lingkungan: Nasdem Tanam Mangrove di Donggala

Di Padangkalan Bupati Delis meminta tolong kepada warga setempat untuk memanjat dan mengambil kelapa muda karena semua rombongan sudah kehausan.

“Terima kasih. Saya memang sudah sangat kehausan,” ujar Kacabjari Andreas Atmaji, saat menerima kelapa muda dari ibu Febriyanthi.

Baru berjalan sekitar dua kilometer dari Padangkalan, rombongan yang berjalan terseok-seok mendaki gunung, berhenti di sebuah sungai untuk sekadar mengisi perut.

Baca Juga:  Gubernur Minta Kementerian KP Bangun Kawasan Industri Perikanan di Sulteng

Perbekalan yang dibawa dari Menyoe dibungkus dalam plastik. Menurut nya nasi dan sedikit mi goreng. Masing-masing anggota rombongan membawa sendiri perbekalannya, termasuk putri Bupati Angeline Fedilia Hehi.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *