Dia menguraikan, segmen 2 dan 3 adalah pendalaman visi misi hanya berbeda tema. Segmen 2 meningkatkan pelayanan masyarakat, segmen 3 menyelesaikan persoalan Kota Palu. Dan disiapkan beberapa pertanyaan untuk paslon memilihnya, moderator membacakan dan dijawab.
Ia melanjutkan pada segmen 4 dan 5, para paslon akan diberi kesempatan untuk saling bertanya dan menyanggah persoalan tema yang diangkat, kemudian terakhir segmen 6 pernyataan penutup.
“Nah selanjutnya di segmen 4 dan 5 itu juga ada perubahan. Ketika di debat pertama kita membaginya menjadi sub-sub tema tapi untuk segmen 4 dan 5 kita gabungkan kembali tema yakni Meningkatkan Pelayanan Masyarakat dan Menyelesaikan Persoalan Kota Palu. Sehingga tiap Paslon mendapat kesempatan yang sama dalam bertanya dan menjawab temanya sama,” ujar Idrus.
Lebih lanjut, Idrus menyampaikan terkait keamanan debat, pihak keamanan dibagi menjadi empat lapisan. Lapisan 1 di aula pertemuan hotel, Lapisan 2 pintu masuk dan keluar hotel, Lapisan 3 teras hotel, dan Lapisan 4 Jalan depan hotel.
Juga untuk keamanan debat, KPU menyediakan kuota pemdukung tiap Paslon sebanyak 50 orang. Idrus menyampaikan bahwa KPU Kota Palu memutuskan untuk tidak mengadakan nonton bareng di pelataran hotel bahkan kafe hotel.
Kebijakan itu diambil setelah hasil evaluasi dari pihak keamanan. Sebagai gantinya, KPU melalui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) akan tetap mengadakan nonton bareng di delapan kecamatan yang ada di Kota Palu, untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat menyaksikan debat secara daring.
“Mengikuti mekanisme pihak keamanan penting, guna memastikan bahwa debat berjalan dengan aman, kita semua dalam keadaan baik dalam menyaksikan debat,” jelas Idrus. BIM



















