Deklarasi Forum Mahasiswa Morowali Bersaudara untuk Ahmad Ali: Sepak Terjangnya Sudah Terbukti

Ahmad Ali
Forum Mahasiswa Morowali Bersaudara nyatakan dukungan untuk Ahmad Ali sebagai calon gubernur pada Pilkada 2024 di Sulawesi Tengah. / Ist

ReferensiA.id- Puluhan mahasiswa dari Kabupaten Morowali dan Kabupaten Morowali Utara menyatakan dukungan kepada Ahmad Ali sebagai calon gubernur pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024, Rabu 12 Juni 2024 malam.

Deklarasi dukungan berlangsung di Kantor BANUATA, Jalan Teluk Tomini, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Puluhan mahasiswa itu terhimpun dalam Forum Mahasiswa Morowali Bersaudara untuk Ahmad Ali.

Salah satu alasan para mahasiswa tersebut mendukung Ahmad Ali sebagai calon gubernur karena dianggap punya kemampuan bernegosiasi yang dibutuhkan dalam mengurusi daerah ini.

Baca Juga:  Serahkan Rekomendasi B1KWK ke Ahmad Ali, Nasdem Optimistis Menang

Dengan mengusung kepentingan sesuai daerah asal mereka, para mahasiswa berharap gubernur Sulawesi Tengah di masa depan punya kemampuan untuk mengelola sumber daya demi kemajuan daerah dan kesejahteraan warganya.

Mereka menyebut gubernur harus mampu bernegosiasi dalam setiap keputusan investasi, agar tidak sekadar mendatangkan keuntungan bagi negara, tapi juga di daerah berupa dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Baca Juga:  Warga Minta Ahmad Ali Muluskan Jalan di Lingkar Kepala Burung di Banggai Jika Jadi Gubernur

“Morowali dan Morowali Utara tengah digempur investasi yang ugal-ugalan, pencemaran lingkungan, dampak sosial dan ketimpangan ekonomi. Kami anggap Ahmad Ali sosok paling tepat yang bisa membenahi masalah ini,” ungkap Rahman Yani, mahasiswa asal Kabupaten Morowali.

Rahman menyebut bahwa Ahmad Ali memiliki kapasitas sebagai seorang tokoh politik nasional, dan pengalamannya di dunia bisnis. Kedua hal itu jadi modal yang kuat dalam negosiasi.

Baca Juga:  Cicit Guru Tua Sebut Tuduhan kepada Calon Gubernur Sulteng Ahmad Ali Sangat Tidak Berdasar

“Harapan kami, beliau bisa bernegosiasi dan membawa kepentingan daerah ini saat bertemu dengan investor, pemerintah pusat, atau elite nasional,”ujarnya.

Rahman juga punya catatan atas peran pemerintah provinsi dalam mengatasi konflik dan dampak negatif industrialisasi nikel. “Hari ini peran pemerintah provinsi tidak signifikan, termasuk soal tanggung jawab sosial perusahaan yang tidak pernah diaudit oleh pemerintah,” katanya.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *