Ketua Pelaksana Program Ekspedisi Patriot, Abdurrahman Addakhil, mengapresiasi kontribusi PEPSOLI dan Galeri Bansala dalam rangkaian pendampingan yang berlangsung sejak September hingga Oktober 2026.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PEPSOLI yang telah mendampingi sejak workshop pertama hingga ketiga. Kehadiran mereka tidak hanya membantu proses pelatihan, tetapi juga membangun kolaborasi antara Bungku Timur dan Bungku Barat dalam pengembangan pertanian organik, pemanfaatan bahan baku lokal, hingga pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah,” ujarnya.
Dalam tiga sesi pelatihan yang diselenggarakan pada 24 September, 5 Oktober, dan 26 Oktober 2026, peserta mendapatkan pembekalan mulai dari penanganan bahan baku rempah, pengolahan pangan lokal yang higienis dan berkualitas, teknik pengemasan produk, hingga perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) sebagai dasar pengembangan usaha.
Kepala Desa Bahoearekoreko, Jannati Asrif, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan tidak hanya menambah wawasan masyarakat, tetapi juga mendorong tumbuhnya semangat untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.
“Alhamdulillah, materi yang disampaikan sangat mengedukasi sehingga masyarakat Bahoearekoreko semakin termotivasi untuk menjalankan usaha. Kami berharap semangat berbagi pengetahuan seperti ini dapat terus berlanjut,” katanya.
Head of External Regional & Growth Vale Indonesia, Endra Kusuma, mengatakan, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak hanya diukur dari jumlah orang yang menerima pelatihan, tetapi juga dari lahirnya individu dan kelompok yang mampu menjadi sumber pembelajaran bagi komunitas lainnya.
“Ketika kelompok binaan dipercaya untuk mendampingi komunitas lain dan menjadi bagian dari proses pembangunan masyarakat, di situlah keberlanjutan program benar-benar terwujud,” kata Endra.



















