Dukungan Kolaboratif, Koperasi di Poso Bersiap Ekspor 12,5 Ton Biji Kakao ke Produsen Cokelat Mewah Prancis

Koperasi di poso ekspor kakao
Perwakilan Valrhona, Sanchi Castan, menyerahkan cokelat yang diproduksi dari bahan dasar kakao asal Poso untuk dicicipi Wakil Bupato Poso Soeharo Kandar. / ReferensiA.id

ReferensiA.id- Koperasi Karya Bersama Pamona Selatan bersiap mencetak sejarah baru dalam dunia pertanian Sulawesi Tengah (Sulteng). Koperasi ini tengah merampungkan dokumen untuk mengekspor 12,5 ton biji kakao fermentasi berkualitas tinggi ke Valrhona, produsen cokelat mewah ternama asal Prancis.

Langkah besar ini diresmikan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Business Matching dalam Ekosistem Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Komoditi Kakao Kabupaten Poso pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Acara strategis tersebut berlangsung di kompleks Kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di Desa Pandayora, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Program kolaborasi ini diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulteng, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Poso, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), BPJS Ketenagakerjaan, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Pegadaian.

Kabupaten Poso tercatat sebagai salah satu lumbung kakao utama di Sulawesi Tengah. Wakil Bupati Poso, Soeharto Kandar, mengungkapkan meski secara administratif Poso sering disebut sebagai produsen terbesar kedua setelah Parigi Moutong, pada realitasnya Poso adalah pemasok kakao terbesar di lapangan.

Baca Juga:  Gubernur Sulteng Minta OPD Kejar Realisasi Belanja Modal

Namun, produktivitas kakao yang sempat menurun beberapa tahun terakhir menjadi perhatian serius. Penurunan ini dinilai berpotensi meningkatkan angka kemiskinan jika tidak segera diintervensi. Karena itu, kehadiran OJK dan lembaga keuangan dinilai sangat krusial.

“Prakarsa dari OJK ini harus kita dukung penuh. Kami dari pemerintah daerah akan membantu memberikan konsultasi terkait kelayakan pembiayaan modal bagi petani. Petani harus tumbuh dan sejahtera dengan sinergi semua pihak,” ujar Soeharto Kandar.

Deputi Direktur Direktorat Pengembangan Sektor Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Ario, menegaskan pentingnya penguatan ekosistem ini dari skala kecil hingga besar.

“Hari ini kita mempertemukan pihak yang membutuhkan modal dengan para pemilik kakao. Keuangan hanyalah salah satu instrumen. Agar program ini berkelanjutan dan menyejahterakan masyarakat, petaninya harus semangat, koperasinya harus efektif, dan pembiayaannya harus tepat sasaran,” kata Ario.

Kepala OJK Sulteng, Bonny Hardi Putra menambahkan, OJK berkomitmen membangun ekosistem yang berkelanjutan melalui literasi dan akses pembiayaan yang nyata.

Baca Juga:  Pemprov Sulteng Siap Berangkatkan 1.000 Peserta Mudik Gratis

“Keberhasilan ekonomi daerah memerlukan kolaborasi erat dan komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Soeharto Kandar juga mengingatkan para petani agar terus menjaga kualitas kakao mereka melalui proses fermentasi dan metode organik. Ia juga berpesan agar para petani menjaga penuh kepercayaan yang diberikan oleh mitra internasional seperti Valrhona.

Terkait akses pembiayaan yang akan diberikan untuk bibit, pupuk, pembersihan lahan, hingga sertifikasi tanah jaminan, Wabup memberikan peringatan tegas agar petani disiplin dalam mengelola dana.

“Bapak dan Ibu akan diberikan fasilitas bantuan penanaman, tapi harus punya perhitungan matang. Fasilitas kredit ini bukan bantuan sosial (bansos), dana ini harus dikembalikan. Jangan sampai niat baik OJK sia-sia,” tegasnya.

Ia menambahkan, petani harus menjaga kepercayaan lembaga jasa keuangan.

Kerja sama dengan Valrhona bukanlah hal yang instan. Perwakilan Valrhona, Sanchi Castan, menceritakan bahwa perusahaannya yang siap membangun pabrik di Indonesia terus berburu biji kakao berkualitas tinggi sejak 2015, dimulai dari Bali.

Beberapa tahun lalu, Valrhona bertemu dengan Koperasi Karya Bersama. Hubungan tersebut berkembang dari skala kecil hingga akhirnya menyepakati kuota ekspor 12,5 ton biji kakao berkualitas tinggi pada tahun ini.

Baca Juga:  Witan Sulaeman Dinobatkan Jadi Duta Senyum Sulawesi Tengah

Sebagai bukti kualitas kakao lokal, Sanchi bahkan membawa dan membagikan cokelat Valrhona yang diproduksi 100 persen menggunakan bahan baku dari Pendolo untuk dicicipi oleh Wakil Bupati Poso bersama pihak terkait.

Ketua Koperasi Karya Bersama Pamona Selatan, Bernart Ranonto, menyampaikan apresiasi mendalam kepada OJK dan seluruh pihak yang terlibat.

Koperasi berkomitmen untuk tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, melainkan menjadi wadah pelayanan, pendampingan, dan pembuka peluang ekonomi baru.

“Petani kakao punya peran besar, tapi tantangan modal dan perlindungan juga besar. Melalui kerja sama ini, kami ingin agar kakao dari Poso memiliki nama dan reputasi yang kuat di pasar internasional pada setiap pengirimannya,” pungkas Bernart optimis.

Selain penguatan modal, para petani dalam ekosistem ini juga didorong mendapat perlindungan jaminan sosial melalui keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan demi kenyamanan mereka dalam bekerja meningkatkan produktivitas kebun. ***

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *