Namun, Agussalim ngotot agar Anggota DPRD Sulteng menjelaskan alasan penganggaran Rp14 miliar tersebut.
Begitu juga pengunjuk rasa lainnya mengajukan pertanyaan yang sama. Pertanyaan soal itu tidak terjawab hingga akhir pertemuan.
“Kita akan pertemuan lagi. Bicarakan, panggil eksekutif. Saya pimpinan komisi akan bicarakan sama pimpinan DPRD, untuk mengundang kembali DPKAD (Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) termasuk dari front (FAR) untuk diketahui alasan-alasannya. Mudah-mudahan Pak Gubernur bisa hadir. Sebagai informasi yang saya tahu bahwa sekarang lagi dievaluasi,” ungkap Alimuddin Paada.
Sementara itu, pada akhir pertemuan ditandatangani berita acara. Isinya: “Pada hari ini bertempat di ruang paripurna DPRD Sulawesi Tengah telah menyepakati penjadwalan pertemuan dengan Gubernur Sulteng dan instansi terkait berkaitan kesepatakan untuk menyelesaikan penyintas dan usulan pada APBDP 2022 tentang kebutuhan penyintas. Para pihak dari berita acara ini menyetujui dengan mmemberikam tanda tangan, dengan harapan mengikuti proses sesuai kesepakatan”.
Berita acara itu diteken Koordinator FAR Pasigala, Agussalim; Ketua Komisi IV DRPDR Sulteng Alimuddin Paada yang Fraksi Gerindra dan Angota Komisi IV Moh Faizal Lahadja yang Fraksi Golkar. Belum diketahui kapan pertemuan dilaksanakan, namun Faizal Lahadja mengatakan secepatnya. RED



















