Aspirasi dari ketiga Gubernur, terutama Gubernur Sulsel, patut diapresiasi karena memperjuangkan agar pengelolaan SDA yang ada di kabupaten Lutim dapat lebih bermanfaat untuk pemerintah dan terutama masyarakat sekitar perusahaan, bukan hanya untuk kelompok tertentu atau kepentingan investor yang ingin masuk mengelola SDA Lutim, yang belum tentu lebih baik daripada Vale.
Saran penulis untuk Pemprov Sulsel dan Pemkab Lutim terkait pilihan dari opsi di atas..”Jika tidak bisa diambil semua, setidaknya jangan lepas semua”. Salamaki Tapada Salama’. RED
* Artikel ini ditulis oleh Muh. Rudi Rumengan (Praktisi CSR dan Pemerhati Pertambangan Berkelanjutan; Kampung halaman di Luwu Timur)



















