Merawat Masa Depan dari Kawasan Tambang

Tambang PT Vale
Lahan bekas tambang PT Vale dihijauhkan kembali dengan menggunakan bibit yang sebelumnya disemai di Nursery PT Vale. / Tahmil/ReferensiA.id

Meskipun biayanya jauh lebih mahal, namun bagi manajemen PT Vale, keberlangsungan jauh lebih penting dari sekadar menghasilkan profit yang besar namun mengancam keberlangsungan masa depan.

Penerapan teknologi juga berlaku pada limbah cair. PT Vale memanfaatkan teknologi agar limbah cair dari aktivitas perusahaan pertambangan itu tidak mencemari lingkungan.

PT vale
Air bekas limbah pertambangan PT Vale diuji baku mutunya sebelum dialirkan ke danau. / Tahmil/ReferensiA.id

Perusahaan yang sudah 54 tahun berdiri ini berkomitmen mengolah limbah cair hingga memenuhi baku mutu sebelum dialirkan kembali ke badan air.

Baca Juga:  PT Vale Tegaskan Komitmen Transparansi dan Kolaborasi, Sosialisasi Bersama Warga Timampu

PT Vale memiliki sejumlah fasilitas pengolahan limbah cair, di antaranya ada Lamella Gravity Settler (LGS). LGS ini dimanfaatkan untuk mengurai dan mengendapkan limbah cair hingga memenuhi baku mutu sebelum disalurkan kembali, khususnya ke Danau Matano dan Danau Mahalona.

Lalu bagaimana dengan lahan untuk menambang material nikel? Seperti lokasi pertambangan pada umumnya, pepohonan ditebang, tanah dikeruk dan meninggalkan lahan luas yang tampak tandus.

Baca Juga:  Lagi, Konflik Perusahaan Tambang Milik PT Bumi Resources Minerals dengan Warga Penambang di Palu Berujung Ricuh

Di lokasi penambangan nikel milik PT Vale, lahan tandus bekas penambangan itu segera dihijauhkan kembali. Sehingga di bekas-bekas penambangan PT Vale juga terlihat banyak tutupan lahan yang tampak berusia remaja.

Sementara sisanya, lahan yang masih tampak kehilangan hutannya dan membentuk ceruk dengan kedalaman rata-rata hingga 40 meter ditimbun menggunakan material buangan, sebelum kemudian akan kembali dihijauhkan oleh PT Vale.

Baca Juga:  Kawasan PT IMIP Langganan Banjir, Anggota DPR RI Minta Pemerintah Perketat Pengawasan

Berdasarkan data, total bukaan lahan di kawasan PT Vale hingga Juli 2022 seluas 5.376,5 hektare. Sementara total lahan yang telah direklamasi hingga Juli 2022 seluas 3.338,61 hektare.

Perseroan dibantu oleh kontraktor berencana mereklamasi seluas 293,44 hektare untuk 2022. Realisasi reklamasi tahun ini sudah mencapai 119,25 hektare. Perseroan harus menggelontorkan anggaran senilai Rp350 juta per hektare lahan.

Dapatkan Update Berita Terbaru di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *