Menurutnya, perubahan itu dinilai penting, sebab memasuki abad ke dua berdirinya, Alkhairaat akan menghadapi berbagai tantangan yang sulit diprediksi secara pasti dalam berbagai sektor.
Karena ke depan, lanjut dia, tidak hanya bicara agama lagi, tapi bicara bagaimana pengembangan organisasi. Bukan hanya tingkat nasional, tapi bagaimana peran-peran Alkhairaat di tingkat global seperti dalam konferensi Organisasi Kerjasama Islam atau OKI Rabithah Alam Islami di Mekkah.
“Sehingga kita merancang berbagai persiapan ini mulai dari infrastruktur, manajemen, sistem berbasis digital, hingga peningkatan sumber daya manusia di Alkhairaat itu sendiri,” pungkasnya. RED



















