Sementara data mengenai keluarga penerima manfaat telah disediakan oleh Dinas P2KB dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
“Penyaluran paket ini akan dilakukan di puskesmas-puskesmas di Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala dan Kota Palu,” ungkap Kadis Sosial Sulteng.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat penurunan angka stunting di Sulawesi Tengah,” jelasnya.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Ma’mun Amir mengungkapkan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan bakti sosial ini, yang memiliki tujuan untuk menurunkan angka stunting di Sulawesi Tengah melalui distribusi paket pangan bergizi sebanyak 607 paket.
Ia memberikan penghargaan kepada perhatian yang tinggi dari para ibu terhadap upaya pencegahan stunting, karena mayoritas peserta kegiatan bakti sosial adalah ibu-ibu.
Menurut beliau, peran seorang ibu sangat penting dalam menghasilkan anak-anak yang normal dan berkualitas, di mana konsumsi asupan gizi yang memadai sangat dibutuhkan selama masa kehamilan maupun menyusui.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seorang ibu memiliki peran penting dalam 5 M, yaitu mengandung, melahirkan, menyusui, memelihara, dan mendidik. Oleh karena itu, patut diingat pepatah yang menyatakan bahwa “surga terletak di bawah telapak kaki ibu.”
Ia juga berpesan kepada peserta kegiatan bakti sosial agar paket bantuan pangan diberikan kepada mereka yang memang membutuhkan dan berhak, dengan tujuan mengurangi angka stunting di Sulawesi Tengah. RED



















