Iklan HUT korpri

Pentingnya Skrining Hipotiroid Kongenital Anak Baru Lahir

Hipotiroid Kongenital
Skrining Hipotiroid Kongenital. / Ist

ReferensiA.id- Berdasarkan prevalensi global, 1 di antara 3.000 anak lahir menderita hipotiroid kongenital. Sedangkan di Indonesia sendiri, 1.500 dari 4,4 juta anak baru lahir diperkirakan lahir dengan hipotiroid kongenital.

Oleh karena itu, penting dilakukan skrining hipotiroid kongenital pada anak baru lahir untuk mengetahui secara cepat agar segera diobati.

Idealnya skrining dilakukan pada usia anak 3-4 hari atau bisa menunggu sampai dua minggu.

Baca Juga:  Pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Erna Mulati, M.Sc., C.M.F.M. menjelaskan, pentingnya skrining untuk melihat adanya kekurangan hormon tiroid pada bayi baru lahir.

Hipotiroid kongenital yang lebih cepat dideteksi dan diobati, mencegah anak mengalami keterlambatan pertumbuhan dan kognitif yang irreversible.

“Anak yang lahir dengan kelainan hipotiroid segera diobati agar tumbuh dan berkembang sesuai potensi genetik yang dimilikinya,” kata Erna Mulati saat membuka acara Relaunching Implementasi Skrining Hipotiroid Kongenital yang disiarkan secara langsung melalui akun Kementerian Kesehatan, Rabu 31 Agustus 2022.

Baca Juga:  Subroto Award 2022 Diberikan kepada PT Vale Atas Inovasi PPM Bidang Kesehatan

Dia menjelaskan, gejala dan tanda yang dapat diobservasi setelah 1 bulan anak lahir yakni tubuh pendek, lunglai, kurang aktif, bayi kuning, lidah besar, mudah tersedak, suara serak, pusar bodong, dan ubun-ubun melebar.

Jika tidak diobati, maka dampaknya akan menjadi beban biaya untuk menanggung anak hipotiroid kongenital seumur hidup.

Beban psikologis dan sosial pada anak dan keluarga, negara harus menyiapkan guru dan sekolah SLB.