Komitmen keberlanjutan ini diwujudkan secara konkret di Kabupaten Morowali melalui peningkatan pendidikan, penguatan layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pengembangan infrastruktur dasar, program lingkungan, serta peningkatan kapasitas masyarakat, sekaligus mendorong dampak ekonomi lewat penyerapan tenaga kerja dan kemitraan local.
Hingga akhir Januari 2026, telah dilakukan hydroseeding seluas 16 hektare, pemasangan pengendalian erosi di Mine Haul Road, dan fasilitas nursery berkapasitas awal 400 ribu bibit per tahun untuk mendukung reklamasi pascatambang.
Head of Mine Operation Bahodopi PT Vale Indonesia, Wafir menambahkan, pencapaian awal tahun ini menjadi bukti kesiapan proyek dalam menjaga stabilitas operasional jangka panjang.
“Keberhasilan ini merupakan hasil penguatan sistem operasional, perencanaan tambang yang terintegrasi, dan koordinasi yang solid antara tim proyek dan operasional. Kami terus meningkatkan efisiensi, pengendalian risiko, serta implementasi standar keselamatan dan lingkungan yang ketat untuk memastikan keberlanjutan proyek ke depan,” jelas Wafir.
Ia menekankan, tantangan industri pada awal 2026 justru menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperkuat ketangguhan organisasi.
“Industri ini sangat dinamis. Karena itu, kami terus beradaptasi, memperkuat kolaborasi internal, dan menjaga komunikasi terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami optimistis kinerja positif ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” tambahnya.
Dalam menghadapi persaingan industri nikel yang semakin ketat, perusahaan terus memperkuat manajemen operasional berbasis efisiensi dan inovasi.
Optimalisasi perencanaan tambang, peningkatan produktivitas alat, serta penguatan manajemen risiko menjadi langkah penting untuk memastikan kelangsungan kinerja. Selain itu, budaya kerja berorientasi keselamatan (safety first) terus ditanamkan di seluruh lini.



















