Selain itu, penyelenggaraan organisasi tata laksana dan administrasi akademik yang smart, efektif, efisien, akuntabel dan berkelanjutan berbasis sistem omformasi dan teknologi digital terkini, juga jadi keinginannya.
Selanjutnya peningkatan mutu layanan jasa pendidikan yang unggul, tangguh dan adaptif sesuai kebutuhan dunia usaha/industri dan profesi, baik tingkat regional, nasional dan internasional dengan suasana akademik yang kondusif dan bebas dari faham radikalisme. Serta kondusif dan merdeka dari kekerasan seksual.
Ia juga ingin menyelenggarakan proses pembelajaran merdeka (MBKM) yang menjamin lulusan berkualitas serta relevan dengan potensi dan karakteristik wilayah sebagai bentuk sinergitas jati diri Ketadulakoan, melalui implementasi kurikulum berbasis KLIKS.
Selain itu, hal lain yang ingin dikerjakan Prof Amar nantinya adalah membangun dan memperkuat jejaring kerja sama dan implementasinya kepada segenap stakeholders, baik tingkat regional, nasional maupun internasional dalam mendukung program MBKM.
Selain memperkuat struktur manajemen dan administrasi perguruan, Prof Amar juga ingin mendorong pengembangan infrastruktur penunjang kampus, di antaranya dengan menghadirkan hotel dan mall, pujasera, masjid pusat, bisnis center, lapangan upacara hingga SPBU di kawasan Untad.
Seperti diketahui, panitia pemilihan rektor Untad telah menetapkan hasil penghitungan suara berdasarkan rapat senat tahap penyaringan calon rektor Universitas Tadulako pada Rabu 5 Oktober 2022 lalu.
Pada proses itu Prof Amar memperoleh suara terbanyak, dengan total suara 38 dari 70 suara Anggota Senat Untad yang diperebutkan.
Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama Untad itu mengalahkan Dekan FISIP Untad Prof Muhammad Khairil yang berhasil memperolehan 32 suara.



















