“Pemerintah, dunia usaha mari kita bangun bersama-sama ketangguhan bencana. Infrastruktur juga dibangun tahan gempa,” jelasnya.
Terkait minimnya alat Early Warning System (EWS), Fresly mengungkapkan, pihaknya telah mengusulkan ke BNPB dan BMKG agar alat ditambah untuk menjangkau panjang pantai Palu.
Sebab, meski Kota Palu pernah dilanda tsunami, namun hanya ada satu EWS yang berada di Taman GOR Palu.
“Sudah diusulkan dan disetujui 20 unit Early Warning System,” ungkapnya.
Meski begitu, dia mengimbau masyarakat Kota Palu terutama yang berada di pesisir agar tidak berpatokan bahwa evakuasi dilakukan lima menit setelah gempa. Sebab, sebagaimana pengalaman pada 28 September 2018, tsunami naik ke dataran tidak sampai lima menit. RED



















