Iklan HUT korpri

Sirene Tsunami di Palu Bunyi, BPBD: Hanya Simulasi

Sirene tsunami
Kepala BPBD Palu, Fresly Tampubolon (tengah) saat berbicara pada sosialisasi rencana simulasi, Minggu 24 April 2022 malam. / ReferensiA.id

ReferensiA.id- Sirene tsunami yang terletak di Taman GOR Jalan Mohammad Hatta, Kota Palu, Sulawesi Tengah akan dibunyikan selama satu menit tepat pukul 10.00 Wita, Selasa 26 April 2022. Masyarakat jangan panik karena itu hanya simulasi.

Simulasi dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana pada 26 April 2022. Skenarionya, gempa bumi bermagnitudo 7 guncang Kota Palu dan berpotensi tsunami.

Baca Juga:  Empat Kecamatan di Serang Berpotensi Terdampak Ancaman Tsunami

Alarm dari alat Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini yang terletak di Taman GOR Palu pun sengaja dibunyikan untuk mengawali simulasi. Selanjutnya masyarakat segera evakuasi mandiri ke tempat yang aman dari potensi bahaya.

“Jangan panik, sebab itu hanya simulasi,” kata Kepala BPBD Palu, Fresly Tampubolon saat berbicara pada sosialisasi rencana simulasi, Minggu 24 April 2022 malam.

Fresly menjelaskan, simulasi kedaruratan bencana akan dipusatkan di Hotel Santika Palu. Simulasi diawali dengan membunyikan sirene. Selanjutnya diikuti dengan evakuasi warga. Beberapa titik simulasi seperti di Jalan Nusa Indah, Jalan Mohammad Hatta, Taman GOR, Jalan Masjid Raya, hingga Jalan Monginsidi, sekitar Bundaran Nasional.

Baca Juga:  Satgas Pangan Ungkap Penimbun 53 Ton Minyak Goreng di Palu

“Sirene terdengar pada radius 3 sampai 4 kilometer. Itu jika kondisinya senyap. Nah, bagaimana kalau hiruk pikuk kota, banyak kendaraan lalu lalang. Itu juga akan dipantau sampai dimana terdengar sirene pada saat simulasi,” jelas Fresly.

Simulasi ini, kata dia melibatkan berbagai pihak di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palu, Badan SAR Nasional (Basarnas), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Dinas Perhubungan (Dishub) dan lembaga lainnya seperti RAPI. Selain itu, TNI dan Polri juga dilibatkan dalam proses evakuasi warga. “Ini cara agar tidak terjadi kepanikan,” katanya.