Sementara perwakilan perempuan Partai Gerindra Sulteng Sitti Norma Mardjanu bilang, “Tantangan dari kualitas perempuan itu sendiri datang dari lingkaran perempuan itu, maka penting untuk ikut menyadarkan publik tentang peran penting dan kepercayaan pada kualitas kepemimpinan perempuan.”
Menurut Yayasan Sikola Mombine, Program Perempuan dalam Politik ini bertujuan untuk memperkuat komunitas dan pemangku kepentingan potensial dalam mempromosikan calon pemimpin perempuan.
“Dengan langkah strategis akan menyasar perempuan bakal Caleg, kelompok muda, masyarakat media digital, kelompok akademis melalui sejumlah aktifitas seperti advokasi dialog publik melalui NGOPI (Ngobrol Politik Mahasiswa) di 3 kampus besar di Sulawesi Tengah, Pelibatan publik melalui langkah stratregi perempuan pemimpin dan Jambore Politik Perempuan Sulteng,” ujar Direktur Eksekutif Yayasan Sikola Mombine Nur Safitri R Lasibani.
Selain itu, program ini akan melakukan kampanye kreatif digital dengan aktifitas podcast talkshow, memproduksi konten kampanye kreatif digital serta kompetisi konten digital media.
Kata dia, sejak 2009 Yayasan Sikola Mombine hadir di Sulawesi Tengah mencetak calon pemimpin perempuan untuk memperkuat posisi tawar mereka di komunitas dengan memprakarsai sekolah politik perempuan di lebih dari 30 pusat pembelajaran di seluruh Sulawesi Tengah.
Sikola Mombine juga melakukan advokasi untuk akses partisipasi yang setara, termasuk partisipasi gender dalam proses demokrasi.
Pada Program Perempuan dalam Politik Sikola Mombine bekerja sama dengan lembaga dunia Women’s Democracy Network (WDN) dan International Republican Intitute (IRI) yang berbasis di Amerika dan fokus pada pengembangan demokrasi di negara negara berkembang. RED



















