BERAMAL juga akan memberikan akses permodalan dan pendampingan bagi disabilitas yang ingin berwirausaha, memberikan bantuan ekonomi bagi lansia yang sudah tidak memiliki pendapatan tetap, bekerja sama dengan sektor industri untuk menyediakan pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja, membangun pusat kreativitas untuk pengembangan ide dan kolaborasi proyek-proyek kreatif.
Lalu memastikan perspektif gender dan kebutuhan kelompok rentan diintegrasikan dalam penyusunan kebijakan publik.
Mempercepat pengentasan kemiskinan di Sulteng dengan mnyediakan ribuan lapangan pekerjaan dan peluang usaha baru dan memberikan upah yang layak bagi buruh.
“Ke depan kita ingin semua masyarakat Sulteng yang bekerja di sektor apapun mendapatkan perlindungan oleh pemerintah,” jelas Ahmad Ali.
Bagi Ahmad Ali, pekerja informal, khususnya tukang yang dianggap sebagi pahlawan infrastruktur harusnya diberikan perlindungan, dan pemerintah daerah harus hadir untuk memastikan itu. ***



















