Sementara itu, Ketua Komnas HAM Perwakilan Sulawesi Tengah Dedi Askari menyebut bentrokan antara petugas kepolisian dengan warga penambang pada Rabu malam perlu ditelusuri.
“Terhadap peristiwa kemarin, kita lihat kronogisnya,” kata Dedi Askari.
Sementara terkait tuntutan warga yang berkaitan dengan pemenuhan hak atas kesejahteraan masyarakat itu, dia berharap agar masyarakat bersabar sambil menunggu proses pengadaan wilayah tambang rakyat yang tengah diupayakan oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
“Saya minta ke masyarakat, sabar. Lagi diupayakan solusi permanen,” tandasnya.
Ia juga sempat menyinggung soal dugaan adanya cukong yang bermain pada konflik tambang antara warga dengan PT CPM.
Sebelumnya, kuasa hukum warga yang melakukan aksi blokade jalan menyebut aksi itu terjadi karena warga menuntut janji perseroan.
“Warga melakukan blokade jalan karena mereka merasa CPM tidak memenuhi janji untuk mengizinkan warga melakukan aktivitas,” ungkap kuasa hukum warga, Agus Salim kepada ReferensiA.id.
Menurut Agus, janji yang dimaksud bahkan telah disepakati bersama dengan pembubuhan tanda tangan, di antaranya oleh perwakilan pemerintah provinsi melalui Tenaga Ahli Gubernur, Komda HAM dan perwakilan PT CPM. RED



















