“Dan yang paling penting, kita butuh pemimpin yang punya jaringan politik yang luas secara nasional,” tandasnya. Dia mengakui tidak ada politisi dari Sulawesi Tengah yang punya jejaring politik nasional yang luas seperti jejaring Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri.
Sementara itu, Abdul Karim Aljufri dalam orasi politiknya kembali menegaskan soal perintah presiden terpilih Prabowo Subianto kepada dirinya untuk ambil bagian dalam membangun Sulawesi Tengah melalui jalur eksekutif, dengan mendampingi Ahmad Ali sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur.
“Saya maju sebagai wakil dari pak Ahmad Ali alasannya hanya karena diperintahkan oleh pak Prabowo. Olehnya, segala pembangunan di Sulteng pak Prabowo akan ikut mendukung,” tegasnya.
Di tengah orasinya, pria yang akrab dengan akronim nama AKA itu memperagakan keahlian bela dirinya, ia tampak seperti orang “marah” sambil menendang properti di sisi kiri dan kanannya yang bertuliskan “jalan rusak” dan “pengangguran”. Aksi itu dilakukan sebagai simbol untuk menyelesaikan masalah jalan rusak dan pengangguran yang banyak dikeluhkan masyarakat Sulawesi Tengah.
“Ke depan, kami tidak ingin ada lagi jalan rusak di Sulteng,” kata AKA.
Sementara Ahmad Ali menyampaikan keprihatinannya terhadap angka kemiskinan yang masih sangat tinggi di daerah ini.
“Saya prihatin masih banyak masyarakat Sulawesi Tengah hidup di bawah garis kemiskinan. Sulteng masuk 10 besar dengan jumlah masyarakat miskin,” katanya.
Berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah, tercatat masih ada 11,77 persen atau 379 ribu lebih penduduk miskin di daerah ini.
Ahmad Ali meyakini, angka kemiskinan itu juga dipengaruhi oleh masih banyak infrastruktur yang belum memadai untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. RED


















