Dengan menjadi pemasok bahan pangan ke IMIP, menjamin serapan hasil pertanian dan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Keunggulan program ini adalah pendekatan holistik yang mendorong peningkatan produktivitas, pendapatan, dan kemandirian petani di sekitar kawasan industri.
“Kelompok Tani Berkah Mombula dengan 12 anggotanya mulai menjadi supplier Central Kitchen PT IMIP sejak 2023 dan intensitas pengiriman empat hingga lima kali per bulan. Sedangkan Kelompok Tani Sukamaju yang memiliki 23 anggota mulai memasok sejak April 2025 dengan intensitas dua hingga tiga kali tiap bulan,” rinci Tommy Adi Prayogo.
Kelompok Tani Berkah Mombula telah menyuplai total 40,28 ton komoditas hortikultura seperti cabai, sayuran hijau, dan tomat.
Di sisi ekonomi, pendapatan kelompok ini menunjukkan perkembangan yang dinamis, dari Rp79,58 juta pada 2023, turun di 2024 menjadi Rp33,93 juta, lalu melonjak menjadi Rp485,47 juta pada 2025.
Ini menggambarkan adanya fase adaptasi sebelum mencapai skala optimal.
Kelompok tani Sukamaju sendiri mencatat total serapan 30,31 ton komoditas dengan pendapatan sebesar Rp311,79 juta pada tahun 2025.
Nominal tersebut menunjukkan bahwa akses pasar terintegrasi mampu menciptakan dampak ekonomi cepat bagi kelompok tani yang baru bergabung.
IMIP memastikan keberlanjutan praktik pertanian yang benar-benar ramah lingkungan, memerluas inklusi ke lebih banyak kelompok masyarakat, serta memerkuat sistem tata kelola agar tetap transparan dan akuntabel dalam jangka panjang.
“Ke depan, IMIP menargetkan penguatan program melalui perluasan jumlah kelompok tani binaan. Kami berharap agar kawasan industri dapat menjadi katalis bagi transformasi ekonomi lokal yang lebih inklusif,” tutup Tommy Adi Prayogo. ***



















