Sejauh ini, kata dia, pihaknya tidak memberikan batas kuota bagi pendaftar. Jika pendaftarnya banyak, kemungkinan akan dibagi dalam dua sesi.
“Karena mereka juga akan melewati beberapa tahap seleksi. Bukannya sengaja ingin memperketat orang untuk bergabung di AJI, tapi memang AD/ART maupun PO mengatur seperti itu, ada tahapan-tahapannya. Justru AJI sangat terbuka asalkan yang bersangkutan memiliki komitmen yang sama dengan perjuangan AJI,” tegas Rifai.
Jurnalis Media Alkhairaat itu menguraikan timeline penerimaan anggota AJI Palu kali ini.
Sesuai hasil rapat panitia, dalam hal ini Divisi Organisasi dengan Ketua dan Sekretaris AJI Kota Palu, maka penerimaan anggota dimulai dari pendaftaran dan pengembalian formulir sejak 3 – 15 Maret 2022, seleksi berkas 16 – 18 Maret, pemantauan 19 Maret – 10 Mei, seleksi tertulis/wawancara tanggal 14 Mei dan dilanjutkan dengan pembekalan tanggal 15 Mei.
“Memang agak panjang karena ada tahap pemantauan, sekali lagi itu perintah AD/ART dan PO, bukan kemauan kami. Bahkan di AJI kota yang lain, tahap pemantauannya ini sampai tiga bulanan. Jadi panitia akan melakukan tracking kepada kawan-kawan yang sudah mendaftar. Utamanya dalam hal kode etik dan perilaku,” jelasnya.
Sebelum dinyatakan lulus, calon anggota AJI juga akan mendapatkan pembekalan, seperti nilai-nilai ke-AJI-an (sejarah berdirinya AJI atau Deklarasi Sirnagalih), Kode Etik dan Kode Perilaku AJI, ketenagakerjaan dan gender (jurnalisme keberagaman) dan hal lain yang berkaitan dengan kerja-kerja pers.
Selain dari para senior AJI Kota Palu, panitia juga berencana akan menghadirkan pemateri pembekalan dari AJI Indonesia, meskipun hanya lewat daring.
“Pembekalan ini untuk memberikan pemahaman kepada calon anggota AJI Palu tentang kewajiban dan tanggung jawab moral harus dipikul sebagai jurnalis,” tutupnya. RED



















