Saat berada di Dusun Ngoyo, Desa Menyoe, sempat ada mobil jonder yang biasa menarik mobil yang mogok, namun jonder ini juga tidak bisa berjalan normal akibat parahnya jalan.
Akibatnya beberapa rombongan yang sempat bergelantungan di jonder termasuk bupati dan Wabup harus kembali berjalan kaki melalui pendakian yang cukup ekstrim.
Jalan kaki tersebut dilakukan di tengah hujan hutan belantara. Tidak ada pilihan lain meski semuanya sudah kecapean.
Rombongan sempat istirahat di Desa Uepakatu. Bersamaan dengan itu, mobil jonder yang “memungut” anggora rombongan yang tak bisa lagi berjalan kaki langsung dinaiki anggora lainnya termasuk istri Bupati Febriyanti dan istri Wabup Widyawati Mala.
Ada sekitar 20 orang menaiki mobil “Rambo” pedalaman itu dalam perjalanan ke Lijo dan seterusnya ke Tanasumpu, Ibu ota kecamatan Mamosalato. Padahal biasanya mobil itu hanya bisa mengangkut maksimal 19 orang.
Rombongan tiba di Tanasumpu sekitar pukul 20.30 Wita.
Bupati Delis dan Wabup H Djira mengakui perjalanan ini cukup berat. Namun ini harus dilakukan sebagai penghargaan kepada masyarakat pedalaman wana, teristimewa warga Desa Menyoe. ***



















