Menurutnya, hal ini mencerminkan adanya semangat bersama untuk menjaga iklim investasi yang baik di Kabupaten Kolaka.
“Ini menjadi momentum penting bagi kami, karena tiga unsur utama masyarakat adat Tamalaki bisa hadir bersama dalam semangat yang sama. Kami berterima kasih dan menyatakan dukungan penuh terhadap investasi yang dilakukan PT Vale di Wonua Mekongga ini,” ujar Mansiral.
Ia menilai kehadiran PT Vale telah membawa dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam membuka peluang kerja dan mendorong aktivitas ekonomi lokal. Karena itu, ia berharap hubungan yang telah terbangun dapat terus dirawat agar manfaat investasi semakin dirasakan oleh masyarakat di daerah.
Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum Forum Swadaya Masyarakat Daerah atau Forsda, Jabir Lahukuwi.
Ia menegaskan, investasi yang telah berjalan di Kabupaten Kolaka perlu dijaga bersama karena menyangkut kepentingan masyarakat dan masa depan pembangunan daerah.
“Kami sesungguhnya ingin menyelamatkan investasi di Kabupaten Kolaka. Jika investasi ini gagal, yang rugi kita semua. Sumber daya alam kita sudah dibuka, jadi jangan sampai investasi itu ditutup,” tegas Jabir.
Selain menyampaikan dukungan, para perwakilan masyarakat adat Tamalaki juga membawa sejumlah masukan konstruktif kepada PT Vale.
Aspirasi tersebut mencerminkan harapan agar kehadiran perusahaan tidak hanya mendorong pertumbuhan investasi, tetapi juga ikut menghadirkan nilai tambah sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat.
Tiga hal utama menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.
Pertama, pemberdayaan tenaga kerja lokal. Masyarakat adat Tamalaki berharap keterlibatan tenaga kerja lokal dapat terus diperluas, terutama melalui perusahaan mitra dan kontraktor PT Vale. Dengan demikian, masyarakat Kolaka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengambil bagian dalam peluang kerja yang tumbuh seiring perkembangan proyek.



















